Temukan Cinta Anda
Bila anda tak mencintai pekerjaan anda,maka cintailah orang yang bekerja disana, Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu.dan pekerjaan pun jadi menggembirakan,Bila anda tak mencitai rekan-rekan kerja anda maka cintailah suasana dan gedung kantor anda.
ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi, Bila toh anda juga tidak bisa melakukanya,citailah setiap pengalaman pulang
pergi dari dan ketempat kerja anda.
perjalanan yang menyenangkan menjadi tujuan tampak menyenangkan juga,Namun bila anda tak menemukan kesenangan disana,makan cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda tanaman pengihas meja,cicak di atas dinding atau gumapalan awan dari balik jendela. Apa saja,Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda,makan mengapa anda ada di situ?,tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan.
Cepat pergi dan carilah apa yang cintai.lalu bekerjalah di sana, Hidup hanya sekali tak ada yang lebih indah sekali melakukan dengan rasa cinta yang tulus.
Selasa, 27 Juni 2017
Selasa, 09 Juli 2013
PIDATO RASULULLAH MENYAMBUT RAMADHAN
Rasulullahs.a.w. berkhutbah di depan kita
di hari akhir bulan Sya'ban: "Wahaimanusia, telah datang kepadamu bulan
yang diberkati, di dalamnya adalam malamlebih baik dari seribu bulan. Allah
mewajibkan puasa, menjadikan sholat malamsebagai ibadah sunnah, barang siapa
melakukan kebajikan dalam satu perkarabaik, maka ia seperti telah menjalankan
kewajiban pada perkara lainnya, barangsiapa melakukan satu kewajiban maka
(pahalanya) seperti menjalankan 70kewajiban. Itu merupakan bulan kesabaran,
orang sabar berpahala sorga, itubulan tuntunan, pada bulan itu rizqi seorang
mukmin ditambahkan, barangsiapamemberi makan orang puasa, maka pahalanya sama
dengan memerdekakan seorangbudak dan menghapuskan dosa-dosanya.
Rasulullah s.a.w. ditanyai:"
WahaiRasulullah, tidak semua kita mempunyai sesuatu untuk memberi makan
orangpuasa". Beliau menjawab:"Allah memberi pahala ini kepada orang
yang memberibuka puasa walaupun hanya seteguk susu, atau sebutir kurma atau
seteguk air,barang siapa memberi makan hingga kenyang kepada orang yang
berpuasa maka iaberhak mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya, dan Allah akan
memberinya minumandari telagaku dengan minuman yang olehnya ia tidak akan
merasa haus hinggamemasuki sorga, dan ia mendapatkan pahala seperto orang puasa
tadi tanpa kurangsedikitpun. Itu bulan yang awalnya rahmat, tengahnya maghfirah
(ampunan) danakhirnya diselamatkan dari neraka. Barang siapa meringankan beban
budaknya padabulan ini, maka Allah akan menyelamatkannya dari neraka.
Hadist tersebut diriwayatkan oleh Harist bun
Usamah dan IbnuHuzaimah dalam kitab Sahihnya. Ibnu Huzaimah berkata, sekiranya
hadist inisahih, dari jalurnya diriwayatkan oleh Baihaqi dan Ibnu Hayyan.
Selasa, 16 April 2013
Saling Mencintai
Di jagat raya ini terdapat sebuah planet biru berkilauan indah. Itulah Bumi, tempat kita semua berpijak dan bernaung. Tangan-tangan Sang Maha Pencipta telah membentuk planet ini begitu cantik; tertimbang seimbang di gugusan bintang-bintang; dan terukur tepat di gerak derap sang waktu. Kehidupan tumbuhan dan gugur silih semenjak lima puluh milyar tahun kelahiran matahari; sebuah evolusi yang panjang, rapi dan berhati-hati.
Planet elok dan jagat raya yang angung; semua itu hanya demi kehidupan manusia, maha karya yang menyimpan cahaya-Nya, yang diturunkan dua juta tahun lalu di Bumi ini. Sedangkan kini matahari masih menyisakan lima milyar tahun ke depan sebelum mendidihkan air di penjuru galaksi. Perjalanan manakah yang kau tempuh, wahai manusia?
Kita dapat melakukan perjalan akbar ke angkasa menembus gelapnya alam raya; menyentuh tepiannya yang tak terbatas. Atau, perjalan agung kedalam diri sendiri menerobos kelamnya sang Aku; menyentuh cahaya gemilang yang ditiupkan Sang Maha Pencipta.
Perjalanan manapun yang kita pilih, kita semestinya disadarkan bahwa tiada segala sesuatu ini tercipta tanpa rahmat dan cinta kasih yang melimpah-ruah. Karena itu, sesama kaki yang berpijak di Bumi, sesama kepala menjulang di langit, tiada benang pengikat yang pantas ditambatkan selain hidup saling memberi, saling menerima dan saling mencintai.
Saya Tidak Tahu
Menjadi cerdas, tidak berarti mengetahui segala jawaban. Terkadang, jawaban paling cerdas yang anda dapat katakan adalah "Saya tidak tahu". Diperlukan rasa percaya diri dan kecerdasan extra untuk mengakui ketidaktahuan anda. Dan saat anda melakukannya, anda sedang dalam proses mempelajari jawaban sesungguhnya. Seringkali, karena alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak aman, kita mengatakan tahu, padahal kita tidak tahu. Lewat cara ini, kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut.
Percayalah, tidak ada salahnya anda tidak mengetahui suatu hal. Bagian penting dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan anda. Mengetahui apa yang anda tahu dan apa yang anda tidak tahu. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas, adalah orang yang mau bertanya, mau belajar, mau bertumbuh. Gunakan pengetahuan yang anda miliki, dan miliki pengetahuan yang anda perlukan. Itu adalah jalan terbaik yang dapat anda tempuh
Percayalah, tidak ada salahnya anda tidak mengetahui suatu hal. Bagian penting dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan anda. Mengetahui apa yang anda tahu dan apa yang anda tidak tahu. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas, adalah orang yang mau bertanya, mau belajar, mau bertumbuh. Gunakan pengetahuan yang anda miliki, dan miliki pengetahuan yang anda perlukan. Itu adalah jalan terbaik yang dapat anda tempuh
SEBUTIR PASIR
Penakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia di Pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary, pernah ditanya wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam. Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan gersang sekali pun! Lantas apa? "Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki," kata Hillary. Wartawan heran, tetapi sang penjelajah melanjutkan kata-katanya, "Sebutir pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka. Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk. Tanpa sadar, kaki pun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu." Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang secara naluriah takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah sudah punya persiapan memadai. Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir
yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya.
Apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan, sebetulnya sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil. Orang yang melakukan dosa kecil, misalnya mencoba-coba mencicipi minuman keras atau membicarakan keburukan orang lain, sering menganggap hal itu adalah dosa yang kecil. Karena itu, banyak orang yang kebablasan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi kebiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan, dosa kecil itu pun akan berubah jadi dosa besar yang sangat membahayakan dirinya dan masyarakat.
Melihat kemungkinan potensi kerusakan besar yang tercipta dari dosa-dosa kecil itulah, Nabi Muhammad saw mewanti-wanti agar ummatnya tidak mengabaikan dosa-dosa kecil seraya tidak melupakan amal baik kendati kecil juga. Dalam kisah disebutkan, seorang pelacur masuk surga hanya karena memberi minum anjing yang kehausan. Perbuatan yang cenderung dinilai sangat kecil itu ternyata di mata Allah punya nilai sangat besar karena faktor keikhlasannya. Bukankah semua roh yang ada di seluruh jagad ini, termasuk roh anjing tersebut, hakikatnya berasal dari Tuhan Yang Maha Pencipta juga? Itulah nilai setetes air penyejuk yang diberikan sang pelacur pada anjing yang kehausan
SELALU ADA SISI BAIK
Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan. Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat donat, sedangkan orang pesimis melihat lubangnya.
Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. tidak ada elemen lain yang begitu berharga bagi anda jika saja anda mau mempelajari dan mengusahakannya bekerja untuk anda. Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Hanya bila cuaca cukup gelaplah anda bisa melihat bintang
Senin, 15 April 2013
Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Menjadi Bukit
Pepatah ini sederhana saja, bisa kita maknai dengan jika kita
mengumpulkan se sen demi se sen lama kelamaan akan menjadi pundi, namun pepatah
ini bukan saja berbicara tentang hidup hemat, atau ketekunan kita untuk
menabung.
Pepatah ini meyiratkan kita tentang sesuatu yang lebih berharga
dari sekedar sekantung keping uang, yaitu bila kita mampu mengumpulkan kebaikan
dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran
dalam jiwa kita.
Bagaimana tindakan-tindakankecil itu mencerminkan kebesaran jiwa
sang pemiliknya ? yaitu bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya.
Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah, atau pelukan bersahabat,
adalah tindakan yang mungkin sepela saja. Namun dalam liputan kasih sayang, ia
jauh lebih tinggi dari pada bukit tabungan kita.
Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Menjadi Bukit
Pepatah ini sederhana saja, bisa kita maknai dengan jika kita
mengumpulkan se sen demi se sen lama kelamaan akan menjadi pundi, namun pepatah
ini bukan saja berbicara tentang hidup hemat, atau ketekunan kita untuk
menabung.
Pepatah ini meyiratkan kita tentang sesuatu yang lebih berharga
dari sekedar sekantung keping uang, yaitu bila kita mampu mengumpulkan kebaikan
dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran
dalam jiwa kita.
Bagaimana tindakan-tindakankecil itu mencerminkan kebesaran jiwa
sang pemiliknya ? yaitu bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya.
Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah, atau pelukan bersahabat,
adalah tindakan yang mungkin sepela saja. Namun dalam liputan kasih sayang, ia
jauh lebih tinggi dari pada bukit tabungan kita.
Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia
Bila anda memandang diri anda kecil, dunia
akan tampak sempit dan tindakan anda pun jadi kerdil. Namun bila anda memandang
diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan
berharga.
Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda
melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda
sendiri. Itulah mengapa kita di ajarkan untuk berprasangka positif pada diri
sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan
kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. Padahal dunia tak butuh
penilaian apa-apa dari kita. Ia hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat. Ia
menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya
kita takut menghadapi diri kita sendiri.
Maka, bukan soal apakah kita berprasangka
positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu
jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan, dunia pun menampakkan realita yang
selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita
Sedekah Yang Salah Alamat
Suatu ketika, Rasulullah Saw., seperti yang kerap beliau lakukan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan mereka, beliau berkata kepada mereka, "Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, 'Malam ini aku akan bersedekah!' Dan, benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Sedekah Yang Salah Alamaernyata,mperempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.
"Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, 'Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!' "Maka, pria itu kemudian mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah orang kaya. Sehingga, kejadian itu lagi-
lagi menjadi perbincangan khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu. "Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam,'Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!' Maka, dia kemudian, dengan cermat, mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah.
Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria yang bersedekah itu. Mendengar kabar demikian, pria itu pun mengeluh, 'Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!' "Pria itu
kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, "Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu."
(Diceritakan kembali dari sebuah hadis yang dituturkan oleh Muslim dan Abu Hurairah dalam Teladan indah Rasullulah dalam ibadah, Ahmad Rofi 'Usmani)
http://tausyah.wordpress.com/
"Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, 'Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!' "Maka, pria itu kemudian mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah orang kaya. Sehingga, kejadian itu lagi-
lagi menjadi perbincangan khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu. "Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam,'Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!' Maka, dia kemudian, dengan cermat, mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah.
Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria yang bersedekah itu. Mendengar kabar demikian, pria itu pun mengeluh, 'Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!' "Pria itu
kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, "Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu."
(Diceritakan kembali dari sebuah hadis yang dituturkan oleh Muslim dan Abu Hurairah dalam Teladan indah Rasullulah dalam ibadah, Ahmad Rofi 'Usmani)
http://tausyah.wordpress.com/
Langganan:
Postingan (Atom)